Saturday, June 10, 2017

BONEKA HORTA, BERAMBUT RUMPUT

BONEKA HORTA, BERAMBUT RUMPUT

Kesempatan Bisnis
boneka horta2 BONEKA memiliki rambut rumput atau lebih di kenal jadi boneka horta jadi satu media tanam yang dikemas berbentuk boneka. Boneka ini di buat untuk memperkenalkan anak-anak ke dunia pertanian dengan instan. Diluar itu anak-anak bisa belajar mencermati perkembangan tanaman sembari bermain. Boneka ini mempunyai tujuan untuk memperkenalkan langkah menanam hidroponik atau menanam memakai media lain terkecuali dari tanah. Boneka Wisuda

Konsumen
Tujuan pasar yang terlebih dulu hanya untuk mengajarkan cinta lingkungan pada anak – anak, nyatanya saat ini ketertarikan pasarnnya sudah meluas tidak cuma di kelompok anak – anak saja. Tetapi beberapa remaja baik pelajar ataupun beberapa mahasiswa juga tertarik dengan product tanaman horta, memiliki bentuk yang lucu – lucu jadikan tanaman horta tidak cuma jadi tanaman umum tetapi dapat pula jadikan jadi penghias ruang kamar mereka.

Horta, Boneka Ramah Lingkungan Beromzet Rp100 Juta/Bulan

Diawali dari proyek mahasiswa wiraswasta saat duduk di bangku kuliah semester 3, Gigin Mardiansyah serta 7 orang rekannya dibina oleh seseorang dosen pembimbing untuk buat satu karya wiraswasta. Tercetuslah inspirasi untuk buat satu boneka.


Jadi mahasiswa Jurusan Agronomi serta Agrikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), ia serta beberapa rekannya mencanangkan buat boneka ramah lingkungan. Terwujudlah nama boneka horta. Nama horta sendiri di ambil dari holtikutura agar lebih enak didengar serta mudah disampaikan. Terutama rencana boneka ini mengarah pada anak-anak.

Boneka horta adalah cara menanam tanaman dengan media boneka. Bentuk boneka ini yaitu tiruan dari hewan seperti kura-kura, sapi, babi, kelinci serta semacamnya, yang terbuat dari serbuk kayu atau limbah industri furniture. Untuk membuatnya, serbuk kayu itu dibikin bersih, didaur lagi lalu dibungkus dengan stoking tidak tebal lantas dibuat mirip hewan.

Pada kepala hewan itu, di beri bibit atau benih tumbuhan yang bila dirawat bakal tumbuh subur mirip rambut.

Pada 2003, Gigin serta beberapa rekannya mengikutsertakan proyek boneka horta pada lomba Minggu Ilmiah Mahasiswa Nasional dengan suntikan dana dari Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) sebesar Rp4. 750. 000. Tidak pernah diduga oleh Gigin, proyek itu memperoleh sambutan baik oleh beberapa juri hingga memperoleh medali emas atau mungkin dengan kata lain, juara pertama.

Dengan kemenangan yang dibuat, Gigin lalu tidak berpuas diri dengan apa yang sudah ia buat dengan beberapa rekannya. Ia terasa memerlukan kelangsungan dalam menggerakkan proyek boneka horta.

Sepanjang 4 bln., Gigin, dengan gagasannya sendiri, berusaha untuk menjual boneka horta di lokasi universitas IPB.

“Saya kuliah sembari jualan itu, Mbak, rekan-rekan tidak ada yang maju, pada akhirnya saya sendiri saja yang jual pada rekan-rekan kelompok universitas, ” tuturnya pada Usaha baru saja ini.

Ini tidak cuma boneka umum yang di jual di beberapa toko boneka atau toko mainan, imbuhnya, boneka ini lebih memperkenalkan ke bagian edukasi dan ikut dalam kampanye global warming.

Dengan modal sebesar Rp4, 7 juta yang di beri oleh Dikti, ia menaikkan produksi boneka horta. Tidak cuma hewan, ia berkreasi dengan boneka horta bentuk tokoh, profesi serta abjad.


“Latar belakang pembuatan boneka ini yaitu untuk anak-anak, jadi saat ini saya bukan sekedar berjualan di ruang universitas, namun ke taman kanak-kanak, sekolah basic bahkan juga ke sekolah menengah, ” katanya. 

No comments:

Post a Comment