Monday, June 12, 2017

Misteri Lagu 'Boneka Abdi Part 2

" Hänschen klein ging allein, in die weite Welt hinein
Stok und Hut stehn ihm gut, ist gar wohlgemut
Doch die Mutter weinet sehr, hat ja nun kein Hänschen mehr
Da besinnt sich das Kind, kehrt nach Haus geschwind "
" Little Hans went alone, out into the wide world
Staff and hat suit him well, he is in good spirits
But his mother cries so much, for she no longer has little Hans
Look! the child changes his mind, and returns quickly home " 

Bila orang Inggris saja menerjemahkan sesuai sama lirik aslinya, lalu kenapa di sini lagu berjudul Hänschen klein ini di buat dalam bhs sunda dengan arti lirik yang jauh berlainan? Saya menginginkan cobalah analisa sedikit pernyataan teman dekat hantu saya tentang lirik lagu ini. Bunga Wisuda

***

William, teman dekat hantu saya sempat menceritakan. " Dahulu pembantu-pembantu kami, senantiasa menghibur kami dengan menyanyikan lagu ini. Mereka katakan, lagu itu digunakan untuk buat hati anak-anak mereka suka. Mereka katakan, bila bernyanyi lagu ini jadi hati juga bakal jadi riang, tidak lagi bersedih. Karenanya, bernyanyilah lagu ini bila tengah bersedih hati! "



Awalannya saya tidak banyak mengolah perkataan William. Waktu itu saya masih tetap kecil, cuma mengangguk-anggukan kepala pada William sinyal yakin atas ceritanya. Tetapi makin lama saya memikirkan juga, hmmm lagu untuk menghibur anak-anak, ya? Anak-anak seperti apa yang mereka hibur dengan lirik sejenis itu?

Diam-diam saya tahu, pembantu-pembantu mereka waktu itu mungkinlah hidup tidak semenyenangkan kita sekarang ini. Yang saya ketahui, gaji mereka mengurus keluarga penjajah (Netherland), tidak cukup layak untuk berikan makan keluarga besarnya dirumah. Anak-anak mereka pasti tidak senantiasa dapat makan dengan baik seperti anak-anak Netherland yang mereka urus dirumah tuannya. Saya memikirkan, bagaimana perasaan pembantu-pembantu itu waktu mesti hadapi dua keadaan berlainan pada anak majikan, dengan anak kandung mereka.

Mungkin saja saja pembantu-pembantu ini banyak mendengar lagu Hänschen klein lewat tuan atau nyonya mereka yang datang dari Eropa. Karna lagu ini gampang diserap, mereka menghafalkan lagamnya lalu mengubah liriknya untuk menghibur anak-anak mereka supaya tidak kelaparan atau bersedih hati karna kondisi.

Mungkin saja memanglah ini sebatas analisis kasar dari seorang yang bicara dengan hantu seperti saya. Namun bila diamati, mungkin saja ada benarnya juga. William serta beberapa rekannya tidak sadar kalau lirik lagu ini terwujud karena tingkah bangsa mereka pada bangsa kita. Mengulas masalah saat lantas Indonesia serta semua sesuatunya memanglah tidak sempat ada habisnya.

Namun dapatkah kalian berhenti takut mendengar lagu itu?

Namun dapatkah bulu kuduk kalian tidak lagi meremang waktu saya melantunkan lirik untuk lirik?


Yakinlah, tidak seperti siaran di film-film. Waktu saya menyanyikan lagu ini untuk menyebut mereka, mereka bakal nampak dengan muka riang serta berseri-seri. Tidak seperti yang kalian pikirkan, misterius serta berdarah-darah.

No comments:

Post a Comment